Ketika Vonis Diabetes Membuat Saya Stroke Serta Hilang Kepercayaan Diri Dalam Menjadi Seorang Istri Dan Ibu

Disclaimer : Hasil yang didapat pada setiap individu bisa berbeda, tergantung kondisi fisik masing-masing individu.

Bogor, 1 Mei 2019 | 06.47 WIB

Saya Fatimah Azzahra atau biasa dipanggil Fatimah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat dan saat ini berusia 46 tahun.

Saya menderita diabetes keturunan, seperti yang dialami ayah saya. Waktu itu beliau mengalami komplikasi yang menyerang hingga jantung dan ginjalnya.

Awalnya saya tidak pernah tahu apa itu diabetes. Termasuk ketika di masa dulu ketika saya bekerja di hotel. Saat itu, hotel sering kali disewa untuk acara-acara seperti pesta perkawinan dan saya seringkali menikmati makanan manis yang masih tersisa. Ini berlangsung selama bertahun-tahun, tanpa saya sadar bahayanya waktu itu.

Ini berakibat pada gula darah saya yang pada akhirnya naik dan menjadi tinggi tanpa saya sadari. Perlahan-lahan ini membuat saya sering lemes seperti tidak bertenaga, membuat pandangan saya menjadi rabun dan tidak bisa banyak beraktivitas fisik.

Terlebih lagi masalah gula darah yang tinggi ini juga mengganggu aktivitas ketika berhubungan dengan suami. Saya merasa kurang bergairah dan kehilangan stamina.

Melihat kondisi ini saya sangat sedih dan memikirkan bahwa keharmonisan rumah tangga saya sangat dipertaruhkan. Dalam hati, saya bertanya apakah saya masih bisa memenuhi kewajiban sebagai istri yang bisa melayani suami dengan baik.

Gula darah yang tinggi, juga sempat membuat saya terkena stroke tahun lalu. Tak sadar tensi mencapai 200/125. Selain itu diabetes yang merusak organ-organ tubuh, menjadikan saya tidak lagi bisa maksimal untuk menjalankn tugas sebagai ibu dan istri yg sholeha.

Terkadang saya menangis jika melihat anak saya yang masih duduk di bangku SD kelas 1 harus belajar mandiri, berangkat dan pulang sekolah sendiri tanpa bisa saya dampingi.

Sementara teman-temannya bisa menikmati momen bersama ibu mereka di luar rumah, anak saya sering melakukan aktivitas tanpa kehadiran saya di sana. Ini benar-benar meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai seorang ibu.

Niat kuat untuk sembuh mendorong saya untuk mencoba saran dari banyak orang. Dari pengobatan tenaga yang terkenal di kota Depok, sampai ramuan rebusan air ketumbar, kayu manis, temulawak, hingga terapi lintah. Namun semua itu belum mampu meredakan gula darah tinggi yang saya derita.

Impian saya bisa dalam keadaan normal gula darah pada waktu itu memang mustahil. Tapi motivasi saya untuk bisa kembali mendampingi anak seakan menjadi kekuatan bagi saya untuk berjuang. Sampai akhirnya saya menemukan JAMSI melalui media sosial Facebook.

Awalnya saya hanya ingin mencoba tanpa mau berekspektasi. Namun demi bisa kembali menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarga, saya akan berjuang dan terus mencoba. Waktu itu saya pikir tidak ada salahnya saya mencoba JAMSI. Ini sepenuhnya dibuat dari badan herbal dan tanpa campuran atau proses kimia sama sekali jadi pasti sangat aman dikonsumsi.

Selain itu saya juga membaca review dari orang-orang yang pernah mencoba JAMSI, semua mengatakan bahwa ini sangat membantu dalam meredakan gula darah tinggi serta baik dalam menjaga kondisi tubuh yang terkena diabetes. Jadi tanpa berpikir dua kali, saya putuskan untuk memesan JAMSI saat itu juga.

Setelah saya mengkonsumsi JAMSI, yang pertama saya rasakan adalah rasa lemes di badan hilang dan badan terasa lebih enak. Gula darah turun dari 380, bahkan pernah turun menjadi 110. Di sini saya melihat khasiatnya dan percaya JAMSI bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan ramuan dan pengobatan lain.

Itulah kenapa saya terus rutin mengkonsumsi JAMSI. Selain itu saya juga mengatur pola makan dengan benar seperti diet ketat dari makanan atau minuman manis dan karbohidrat. Lalu juga mulai membiasakan diri berolahraga.

Perlahan-lahan saya bisa mengatasi masalah stamina dan memperbaiki keharmonisan hubungan dengan suami. Terlebih lagi ketika saya mulai kembali bisa beraktivitas dengan anak, ini sungguh-sungguh membuat saya kembali percaya diri dalam menjadi seorang ibu.

Alhamdulillah, akhirnya saya dapat kembali menjadi istri dan ibu yang bisa mendampingi lagi keluarganya.

Keseluruhan informasi penting yang saya rangkum diatas, semoga dapat berguna untuk khalayak luas yang mungkin memiliki riwayat penyakit sama seperti saya.

Bagi Anda yang juga ingin memesan JAMSI, Anda dapat menghubungi langsung Distributor resmi langganan saya di bawah ini. Berikut saya informasikan detail harga dan pemesanannya;

Informasi Harga JAMSI

BPOM TR 133.672.711

Jamsi bisa Anda dapatkan dengan harga hanya
Rp 425.000,-
Per Botol 500ml
*untuk pemakaian 2 – 3 minggu
**Free Ongkir

 

Bagi Anda yang ingin berkomitmen menurunkan kadar Gula Darah rata-rata selama 3 bulan terakhir (HbA1c) sangat disarankan untuk membeli 1 paket khusus penurun HbA1c yaitu sebanyak 5 botol yang bisa anda konsumsi secara rutin selama -/+ 3 bulan.

Program Penurun HbA1c Bergaransi

5 Botol Hanya Rp 2.125.000 1.850.000,-
(Hemat Rp 275.000 + GARANSI)
*Untuk pemakaian selama -/+ 3 Bulan

Khusus pembelian paket penurun HbA1c ini Kami memberikan Garansi Uang Kembali 100% apabila dalam kurun waktu 3 bulan Gula Darah atau HbA1c Anda tidak kunjung turun*

S&K:
– Konsumsi secara rutin
– Mengikuti panduan dari pakar kami

Foto dokumentasi sebelum JAMSI dikirim ke alamat konsumen

 

P.S: Semoga Anda lekas sembuh dan selalu diberikan kesehatan.